Arjaya | “Walikota Melayani Masyarakat, Bukan Melayani Partai Tertentu”

85
Made Arjaya saat bicara di podium PB3AS Renon. |foto-rka|

SULUH BALI, Denpasar –  Selama ini Made Arjaya melihat, untuk mengisi sebuah jabatan di pemerintahan kota Denpasar lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan dan kepentingan politik, bahkan kepentingan partai politik tertentu. Padahal pejabat maupun walikota itu menurutnya, adalah untuk melayani masyarakat, bukan untuk melayani kepentingan partai tertentu.

“Sekarang mencari pemimpin atau pejabat di kota Denpasar, mohon maaf, harus ikut. Jadi dalam artian kalau tidak ikut, lebih baik tidak diisi. Kalau tidak dapat orang yang ikut yang loyal itu tidak diisi. Padahal itu bukan untuk melayani walikota, tapi untuk melayani masyarakat. Jadi benar bahwa ada salah satu partai yang menugaskan kadernya. Ya kader apa bukan kader, yang jelas saya punya KTA, ada walikota yang disebut kader tapi tidak punya KTA, tidak tahu juga saya.  Mencari petugas partai, menjadi petugas partai. Padahal menjadi walikota itu adalah untuk melayani masyarakat Denpsar, bukan melayani partai tertentu. Bukan hanya melayani kepentingan partai tertentu atau kader-kader partai tertentu,” ungkap Arjaya saat bicara di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Renon, Minggu (11/10/2015).

Kemudian ia menyinggung mengenai ribut-ribut akibat adanya mutasi di lingkungan pemerintahan kota Denpasar oleh pejabat walikota Denpasar tempo hari. “Ada yang kebakaran jenggot. Padahal sebenarnya itu temuan. Itu kesalahan,  kesalahan fatal, kesalahan prosedur, kesalahan penerapan. Padahal di Denpasar itu kota yang berbudaya. Ada yang dengan gembar-gembor menyampaikan kota yang pelayanannya Sewaka Dharma  Jadi filosofinya sangat tinggi. Tapi ada pelantikan pejabat yang hanya direstui 6, tapi dilantik 8, yang 2 bodong.  Apa itu pemerintahan yang berbudaya? Apa itu pemerintahan yang Sewaka Dharma ? Kemudian membiarkan ada 17 jabatan lowong,” paparnya mengkritisi apa yang sedang terjadi di pemerintahan kota Denpasar.

Mengenai anggaran, Made Arjaya bertekad bila dirinya dan pasangannya Rai Sunasri nanti terpilih, ia dengan timnya sudah merancang dalam 2 tahun pertama masa jabatannya, APBD kota Denpasar akan ditingkatkan menjadi 2 kali lipat dari sekarang. “Dalam 2 – 3 tahun kami akan menjadikan APBD yang sekarang 1,4 triliun akan kami jadikan dalam 2 – 3 itu menjadi 3 triliun untuk di kota Denpasar, untuk membangun kota Denpasar. Implikasi dari semua itu adalah terwujudnya kota taman yang Mandara. Kota taman dalam arti luas tidak hanya taman kota. Tapi taman pendidikan, taman kesehatan dan taman pelayanan. Jadi 3 hal taman yang harus dibangun dalam waktu singkat di kota Denpasar,” tekad Arjaya.

Mnurutnya taman pendidikan misalnya, sekarang tidak ada rancangan atau perencanaan perluasan kota diikuti dengan pendidikan dasar. “Banyak lahan-lahan yang dulunya persawahan atau  tegalan yang menjadi perumahan tapi tidak diikuti oleh perencanaan sekolah dasar. Sekarang di Denpasar tidak ada tambahan sekolah dasar,” katanya di depan warga kota Denpasar yang hadir di pojok lapangan Renon pagi itu. (SB-rka)

Comments

comments