Apresiasi Sigapura, Wagub Sudikerta Tekankan Data Yang Akurat

87
Sudikerta menyerahkan bantuan 10 laptop untuk kontributor pengkinian data PIHPS pada 9 Kab/Kota di Bali serta TPID Provinsi Bali. |foto-humprov|

SULUH BALI, Denpasar – Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, meminta agar  Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (SiGapura) sebagai Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Provinsi Bali yang baru saja diluncurkan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi  Bali bisa menyajikan  akuransi dan kekinian data harga komoditi.

Untuk itu kontributor pengkinian data PIHPS Provinsi Bali diminta secara rutin melakukan penginputan data harga, sehingga PIHPS SiGapura dapat menampilkan data yang akurat serta memberikan informasi terbaru bagi TPID di masing-masing Kab/Kota juga  khususnya masyarakat Bali. Demikian disampaikannya pada acara pelatihan peningkatan kapasitas (capacity Building) PIHPS Tahap II yang digealr di Hotel Grand Mirage , Nusa dua (2/3).

Sudikerta juga menilai bahwa sejak diresmikan pada tanggal 11 Februari 2015, website SiGapura yang diakses dengan alamat web www.sigapura.org dinilai telah secara konsisten mengupdate data harga 73 komoditas yang tersebar di 9 Kab/Kota di Provinsi Bali. Total pasar yang telah dilakukan pemantauan harga setiap harinya sebanyak 17 pasar yang meliputi 2 pasar modern dan 15 pasar tradisional.

Dengan konsistensi yang dijalankan tersebut, maka inflasi Bali pada tahun 2015 tercatat sebesar 2,75% (yoy) terendah dalam 19 tahun terakhir. Pencapain ini berada jauh di bawah target inflasi tahun 2015 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali sebesar 4,4-4,74 (yoy).

Ia berharap pencapaian inflasi yang rendah dan stabil terus diupayakan dan dipertahankan, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat Bali dapat terjaga dengan baik.

Disamping itu, Wagub Sudikerta mengapresiasi langkah proaktif Bank Indonesia guna pengembangan website SiGapura, dengan mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas (capacity Building) PIHPS Tahap II sebagai tindak lanjut pelatihan pengelolaan SiGapura Tahap I pada 22 Januari 2015 lalu.

Sudikerta berharap dengan pelatihan tersebut, dapat sekaligus mereview seluruh aspek operasional dari PIHPS termasuk kendala-kendala yang ada agar diidentifikasi dan diusulkan solusinya kepada ketua TPID di masing-masing Kabupaten/Kota.

Untuk itu, Ia berpesan agar para kontributor pengkinian data dapat menjalankan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga kedepannya data harga harian SiGapura dari seluruh Kab/Kota se-Provinsi Bali dapat terus terjaga kelengkapan, keterkinian dan keakuratannya.

Selain itu, website PIHPS juga dapat menjadi acuan harga bagi para pelaku bisnis komoditas pangan sehingga dapat meredam ekspektasi inflasi, sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat, baik para petani, pedagang, akademisi dan tentunya regulator pada rapat TPID dimasing-masing daerah dalam menetapkan kebijakan di bidang pangan sehingga tingkat inflasi di Provinsi Bali dapat selalu rendah dan stabil.

Dalam momentum itu Sudikerta yang juga selaku Ketua TPID Provinsi Bali, menyerahkan bantuan 10 laptop untuk kontributor pengkinian data PIHPS pada 9 Kab/Kota di Bali serta TPID Provinsi Bali.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten Ekonomi Pembangunan  dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Provinsi Bali Ketut Wija, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali  Dewi Setyowati, serta undangan lainnya. (SB-humprov)

Comments

comments