APEC : DEKRANASDA Tawarkan “endek” Untuk Kepala Negara

131

Ny. Ayu Pastika saat diwawancara media (photo-semprong)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali Nyonya Ayu Pastika akan menawarkan kain tenun “endek” kepada para kepala negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Nusa Dua, Bali, pada Oktober mendatang.

“Kami mencoba menawarkan kepada panitia agar kepala negara yang hadir di Nusa Dua Bali menggunakan kain “endek” karena produk tersebut adalah produk asli Bali. Bila para kepala negara itu berkenan, maka kita akan memberikan secara gratis,” kata Ketua Dekranasda Bali Ayu Pastika di Denpasar, Senin.

Saat ini pihaknya bersama dengan anggota Dekranasda Bali sedang merancang motif “endek” khas Bali.

“Rencananya kain ‘endek’ akan dipakai oleh kepala negara. Ini merupakan promosi gratis bagi Bali dan produk kerajinan kain ‘endek’ di Pulau Dewata. Dan kita menginginkan agar ‘endek’ itu mendunia,” ucap istri Gubernur Bali Made Mangku Pastika itu.

Ayu Pastika lebih lanjut mengatakan rencananya promosi “endek” itu akan dijadikan satu paket dengan beberapa promosi produk kerajinan lainnya saat kegiatan internasional tersebut.

Sementara itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjelaskan bahwa seni kerajinan Bali juga merupakan salah satu pilar pembangunan ekonomi Bali.

Untuk itu Dekranasda harus mampu mengembangkan program yang terus mendorong kualitas sumber daya manusia pengrajin agar mampu bersaing di pasar global.

“Tahun 2015 Indonesia yang menjadi bagian dari masyarakat ekonomi ASEAN yang akan terkena dampak pemberlakuan ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement). Semua produk bebas masuk ke mana saja. Kita harus mampu bersaing dengan produk-produk negara lain di Asean,” ujarnya.

Bila kain “endek” sudah bisa dikenal dunia melalui KTT APEC, lanjjt dia, maka promosi gratis itu akan mendatangkan banyak keuntungan bagi Bali.

“Maka dari itu saya berharap kepada perajin Bali harus kreatif dan inovatif. Keberadaan kain ‘endek’ tidak saja digunakan untuk sekadar kain penutup tubuh. Melainkan kini sudah banyak perancang busana terkenal menggunakan kain “endek” untuk pakaian berkelas internasional,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments