Director Netherland Education Support Officer Nuffic NesoHan Dommer (kiri) didampingi Education Promotion Officer, Inty Dienasari (kanan) saat memberikan keterangan tentang beasiswa ke Belanda (foto-ijo)

SULUH BALI, Denpasar – Animo masyarakat di Indonesia, untuk bersekolah di Belanda setiap tahunnya cenderung meningkat. Sayangnya, pengusaan Bahasa Inggris yang menjadi salah satu syarat untuk mengikuti beasiswa di Belinda sella menjadi kendala.

Education Promotion Officer, Inty Dienasari mengaku setiap tahunnya Pemerintah Belanda menyediakan beasiswa sekitar 100 sampai 200 orang, namun semua terkendala di Bahasa Inggris syarat yang ditentukan untuk Bahasa Inggris cukup tinggi.

“Terus terang saja selama ini Bahasa Inggris selalu menjadi kendala, karena pendidikan disana semuanya berbasis bahasa Inggris. Standar yang kita terapkan untuk Bahasa Inggris juga cukup tinggi, bukan hanya untuk mahasiswa saja tapi untuk dosen juga,” ungkapnya, Rabu (05/10/2016)

Saat ini judah ada sekitar 9 ribu alumni yang berasal dari Indonesia dan ada sekitar 1,500 mahasiswa yang sudah bersekolah di Belinda yang tentunya sudah melewati persyaratan yang telah ditentukan.

“Ada sekitar 1,500 mahasiswa yang sudah bersekolah di Belinda yang surah melewati sema kriteria yang ditentukan dan sekitar 9 ribu orang Indonesia telah lulus bersekolah disana. Karena untuk sekolah disana tidak ada tawar-tawaran kurang sedikit saja sama dengan tidak lulus,” tambahnya.

Sementara itu, Director Netherland Education Support Officer Nuffic NesoHan Dommers, mengungkapkan saat ini 13 dari 14 universitas riset yang dibiayai oleh Negara Belanda sudah masuk dalam 200 besar rangking dunia. Program studi yang paling banyak diambil adalah bidang bisnis dan manajemen, Enginering, bidang pertanian karena Belanda saat ini sangat maju dalam bidang teknologi, logistik dan perdagangan

“Saat ini semakin banyak pelajar Indonesia yang melanjutkan studi di Belanda. Salah satu alasannya adalah karena banyaknya program studi internasional yang ditawarkan di Belanda sehingga dengan kemampuan berbahasa Inggris yang cukup, maka siapa pun dapat melanjutkan studi di Belanda,” ujarnya. (SB-Ijo)

Comments

comments