Antisipasi Lonjakan Penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bentuk Posko Nataru

27
foto-ist

SULUH BALI, Mangupura –  Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan posko terpadu untuk memonitoring angkutan Natal 2017 dan tahun baru 2018 (Posko Nataru) yang berlangsung selama 22 hari, terhitung tanggal 18 Desember 2017 sampai 8 Januari 2018.

Selain memonitoring arus penumpang, Posko Nataru juga menyediakan layanan kesehatan penumpang lengkap dengan dokter jaga dan ambulance yang akan siaga selama 24 jam.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan Tren penumpang dan penerbangan di akhir tahun itu selalu meningkat karena banyak yang ingin menghabiskan libur Natal dan tahun baru-nya di Bali.

Dibentuknya Posko Nataru bertujuan untuk memantau operasional bandara, khususnya mengantisipasi adanya kepadatan penumpang.

“Bulan Desember ini merupakan High Season apalagi menjelang tahun baru, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan dipadati penumpang. Sehingga kita dan komunitas bandara menyiagakan posko terpadu. Kami harus memastikan semua aspek layanan baik fasilitas maupun SDM dalam kondisi siap. ucapnya, Senin (18/12/2017).

Suprayogi menyebutkan Sesuai namanya, posko ini merupakan gabungan dari unsur Angkasa Pura I, Otoritas Bandara Wilayah IV, Pangkalan TNI AU Ngurah Rai, Kepolisian Kawasan Udara Ngurah Rai, Unit K-9, Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan, airline dan ground handling.

“Setiap hari akan ada 1.300 personil yang siaga. Itu belum termasuk dukungan dari pihak eksternal seperti dari Kepolisian, TNI AU, Otban, Basarnas dan KKP. Keamanan, keselamatan, kelancaran arus penumpang dan penerbangan menjadi fokus utama kami,” tambahnya.

Prediksi peningkatan jumlah penumpang ini salah satunya dapat terlihat dari pengajuan tambahan penerbangan (extra flight) yang sudah diajukan oleh beberapa maskapai kepada pengolola bandara.

“Kami sudah menyetujui 477 rencana extra flight dan hamper 80 ribu tambahan kursi dari 5 maskapai, tujuannya domestik semua. Tertinggi rute dari dan ke Surabaya, totalnya ada 182 extra flight, kedua Lombok 112 penerbangan, Jakarta 81 penerbangan, sisanya ke beberapa kota di wilayah Timur Indonesia. ” terang Yanus.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang inilah, pihak Angkasa Pura I secara intens melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran operasional penerbangan.

“Tidak hanya di dalam area bandara, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk ikut membantu menjaga kelancaran akses dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ini juga menjadi perhatian kami” katanya. (SB-dims)

Comments

comments