Antisipasi Harga Beras Tinggi, Sudikerta Pantau Operasi di Pasar Kreneng dan Badung

33

Sudikerta saat membagikan Raskin kepada masyarakat. |foto-hum|

 

SULUH BALI, Denpasar – Untuk menekan harga beras yang belakangn melambung tinggi, Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan Bulog Divre Bali melaksanakan operasi pasar beras murah dengan harga  Rp 7.500 perkilogram sebanyak masing masing 2 ton di Pasar Kreneng dan Pasar Badung Jumat (27/2).

Operasi yang dipantau juga oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dilakukan karena meningkatnya harga beras ukuran medium di kisaran Rp 10.000 sampai Rp 11.500 perkilogram.

Menurut Sudikerta peningkatan harga beras yang merupakan kebutuhan pokok sangat memberatkan terutama masyarakaat yang ekonominya kurang mampu.

Upaya ini dilakukan Pemerintah Provinsi Bali untuk bisa menstabilkan harga beras sehingga nantinya di bawah Rp 10.000 perkilogram. Sementara itu Tim TPID yang terdiri dari Kepala Perwakilan BI akan bekerja sama dengan Bulog, BPS dan Disperindag Provinsi Bali akan memantau perkembangan sehingga harga beras di pasar bisa stabil, sambung Sudikerta.

“Operasi pasar kali ini bulog menyiapkan 2 Ton di pasar Kreneng dan 2 Ton di pasar Badung sehingga jumlah hari ini 4 Ton,” jelas Sudikerta.

Harga beras tinggi dikarenakan pengaturan harga oleh tengkulak beras, untuk itu Sudikerta menyarankan kepada pedagang beras di pasar untuk membeli langsung ke Bulog.

Menurut salah seorang pedagang, Ibu Nyoman Metri, harga beras saat ini sangat tinggi untuk harga beras Tabanan Rp 11.500 perkilogram dan beras cap Bali Rp 12.000 perkilogram. Ia sangat mendukung langkah Pemerintah untuk menstabilkan harga beras sehingga bisa turun dan operasi pasar tersebut bisa berkelanjutan.

Kepala Bulog Divre Bali, Nyoman Budiartha melaporkan bahwa jumlah stok beras di gudang bulog saat ini berjumlah 15.200 ton yang cukup untuk 5 bulan kedepan, terlebih pada bulan maret akan dilaksanakan panen raya sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan beras.

Ia menambahkan operasi pasar beras kali ini menggunakan cadangan beras Pemerintah Provinsi Bali yakni 200 ton tiap tahunnya sehingga tidak akan menggangu persediaan beras.

Kepala Perwakilan BI wilayah Bali, Dewi Setyowati, anggota TPID daerah Bali yakin laju inflasi di Bali akan bisa ditekan salah satunya dengan operasi pasar.

Ia juga menyarankan agar secepatnya pemerintah daerah dan kabupaten/kota melaksanakan operasi pasar secara berkala sehingga laju inflasi dapat terkendali.

Dalam pelaksanaan operasi pasar turut hadir Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, Kepala Badan Pusat Statistik Bali, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali serta Tim TPID Daerah Bali. (SB-hum)

 

Comments

comments