Anjasmara dan Indra Udayana Memasyarakatkan Yoga di Klungkung

119
Anjasmara memimpin Yoga Massal di Klungkung, Sabtu (29/4/2019 (foto Sukadana Preharta)

SULUH BALI, Semarapura — Aktor ibukota Anjasmara Prasetya dan 11 pakar yoga India berada di

dalam rangkaian Festival Semarapura 2017 , mulai dari tanggal 26 hingga 29 April 2017.

“Luar biasa, natural, ada rasa yang berbeda, Tukad Unda benar benar akan jadi ikon Klungkung nanti dan banyak aktifitas sosial spiritual bisa laksanakan di tempat yang luar biasa aura nya dan saya melihat Yoga akan berkembang di tempat ini apalagi Yoga sudah bagus dikembangkan oleh Ashram Gandhi Puri di Klungkung, potensi yang dimiliki anak anak Vivekananda Yoga Sanstha Institute luar biasa,” kata aktor pemeran si Cecep tersebut saat berada di Villa Tebola.

Dalam kesempatan ini Anjasmara juga ditemani oleh Pengasuh Ashram Gandhi Puri yang bertempat di Paksebali, Dawan, Klungkung yaitu Indra Udayana untuk melaksanakan sharing tentang Yoga kepada anak-anak Ashram,Yayasan Klungkung Shanti dan PKK Desa Paksebali, yang berjumlah lebih dari 90 orang.di Tukad Unda.

Kunjungan oleh 11 pakar Yoga dari India ini merupakan balasan dari kunjungan pementasan tehnik Yoga yang dilakukan sebelumnya oleh dirinya dan Anjasmara di India dalam program Indonesia India Sanggam.

Aktor Anjasmara dan Indra Udayana di Ashram Gandhi Puri “Sevagram” bersama pakar yoga luar negeri dalam program program Indonesia India Sanggam (foto indra udayana).

Ini merupakan kali pertama Anjasmara berpijak di tanah berjuluk Bumi Serombotan ini, kedatangannya kali ini selain untuk menghadiri festival Semarapura, juga bertujuan untuk  memasyarakatkan yoga yang sudah ditekuninya sejak tahun 2004 hingga saat ini, “Karena manfaat yoga bagi kesehatan jasmani dan rohani sangat luar biasa” tegasnya.

Ia juga berharap dengan kedatangannya di Klungkung bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah, kedatangannya ke Bali bukan untuk hura-hura tetapi juga untuk belajar.

“Anjasmara sudah saya anggap seperti adik sendiri,” ujar pengasuh Ashram Gandhi Puri.

Indra juga mengatakan melihat figur Anjasmara bukan hanya sekedar sebagai guru Yoga, tetapi yoga itu memang benar-benar diterapkan dalam kehidupan dan prilakunya sehari-hari, sehingga tidak salah rasanya menjadikan Anjasmara sebagai Ikonnya Yoga di Indonesia.

Ini merupakan kali pertama Anjasmara berpijak di tanah berjuluk Bumi Serombotan ini, kedatangannya kali ini selain untuk menghadiri festival Semarapura, juga bertujuan untuk  memasyarakatkan yoga yang sudah ditekuninya sejak tahun 2004 hingga saat ini, “Karena manfaat yoga bagi kesehatan jasmani dan rohani sangat luar biasa” tegasnya.

Ia juga berharap dengan kedatangannya di Klungkung bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah, kedatangannya ke Bali bukan untuk hura-hura tetapi juga untuk belajar.

Indra Udayana menambahkan kedatangan Anjasmara juga berkaitan dengan program Pengenalan desa (Sacred Vilage) yang digagasnya bertujuan untuk menumbuhkan minat generasi muda untuk berkreatifitas dan berkarya kembali di desa, seperti kita ketahui kebanyakan anak-anak muda kita memilih untuk merantau kekota.

Lewat Astakamala Initiative yang dijadikan Shantisena pelayanan bagi anak muda di Desa yang dipimpin I Wayan Sari Dika.

“Kemaren kita sudah laksanakan TTC Yoga  yang diikuti oleh anak-anak Ashram Gandhi Puri, ke depan kita harapkan banyak pelatih Yoga yang menjadi penyebar kasih lewat Yoga ke masyarakat.”

Anjasmara pada hari terakhirnya di Klungkung, memimpin pelaksanaan yoga masal yang bertempat di depan monumen Perjuangan Semarapura dalam rangka Semarapura Festival 2017, Sabtu (29 April 2017). (SB-release)

Comments

comments