Angkasa Pura Tanggapi Permintaan Warga

30

Kondisi pembuangan barang bekas di sekitar Gedung Serba Guna, Angkasa Pura. (foto-ijo)

SULUHBALI.CO Mangupura – Permasalah saluran air yang tidak lancar yang berada di dekat gedung serbaguna Angkasa Pura kini mulai mendapat tindakan, Co General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Gusti Ngurah Ardita mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti keluhan warga terkait tertutupnya saluran pembuangan air hujan di sekitar Gedung Serba Guna.

Ardita juga membenarkan bahwa lokasi sekitar saluran yang tertutup ini merupakan tempat sebagian barang ex bongkaran bandara. “Itu kan area kita. Kondisi kemarin sebelum musim hujan kan tidak ada masalah. Tapi sekarang kan musim hujan. Yang jelas sudah kami bersihkan itu,” ucapnya saat dihubungi Via telephone

Kejadian seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat kini bandara sedang dalam masa pembenahan dan penataan. Dirinya mengatakan pihaknya pasti siap menindaklanjuti jika ada hal-hal semacam ini. “Kita selalu kok secara rutin melakukan koordinasi. Termasuk pula dengan desa adat,” terangnya..

Sementara itu, tokoh masyarakat Tuban, Wayan Eka Muliana yang telah diberitakan sebelumnya sempat mengeluhkan hal ini, bahwa dirinya sempat didatangi oleh salah seorang staf PT Angkasa Pura I pada siang kemarin. “Ya, tadi ada dari angkasa pura kemari. Katanya mereka siap untuk melakukan pembersihan saluran dari barang-barang bekas yang ada disana,” tuturnya.

Bahkan pihak bandara pun siap untuk melakukan foging. Mengingat adanya masyarakat di sekitar lokasi yang telah menderita demam berdarah. “Dia (pihak bandara yang datang) minta waktu seminggu untuk melakukan pembersihan dan foging ini. Tapi saya beri waktu sepuluh hari. Dengan harapan, janjinya benar-benar ditepati. Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan masyarakat jika ternyata pihak bandara ingkar janji,” tandasnya.

Secara terpisah, Lurah Tuban, I Ketut Murdika yang dihubungi via telephone menyebut sudah sempat turun ke lokasi. Diyakininya, potongan-potongan kayu yang ada di sekitar saluran merupakan salah satu faktor terhambatnya aliran air. “Walaupun itu wilayahnya angkasa pura, saya sangat berharap sisa-sisa bongkaran ataupun batang kauu seperti ini tidak masuk ke got lagi. Soalnya, akan berdampak cukup buruk bagi masyarakat sekitarnya,” ujarnya

Masyarakat Tuban pun diharapkan tidak tinggal diam dalam hal pembersihan saluran pembuangan air hujan ini. Bahkan direncanakannya, pada lokasi saluran yang sempat dikeluhkan, dirinya mengarahkan untuk melakukan aksi bersih saluran bersama antara pihak PT Angkasa Pura I dengan masyarakat sekitar. “Karena masyarakat juga menggunakan saluran ini. Jadi harus ikut bersama-sama melakukan pembersihan,” ucapnya. (SB Ijo )

Comments

comments