Angkasa Pura I Perluas Area Bandara Jelang Pelaksaan IMF

12
Suasana Bandara Internasional Ngurah Rai.
SULUH BALI, Jakarta – PT. Angkasa Pura I tengah melakukan berbagai  persiapan dalam rangka  mendukung suksesnya pelaksanaan IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia (World Bank) pada Oktober 2018 mendatang.
Salah satu persiapan yang dilakukan Angkasa Pura I  dalam melakukan persiapan jelang pelaksaan IMF dan World Bankd yaitu meningkatkan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan melakukan pembangunan infrastruktur lima bandara milik Angkasa Pura I lainnya.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan pintu gerbang utama bagi tamu-tamu negara pada pertemuan IMF dan Bank Dunia Oktober 2018 ini. Ajang pertemuan ekonomi tingkat dunia ini akan dihadiri sekitar 17.000 delegasi dari 189 negara, termasuk 189 Menteri Keuangan, 189 Kepala Bank Sentral, dan 23 kepala negara. Untuk itu, Angkasa Pura I siap menyambut event akbar dan berupaya menyiapkan berbagai fasilitas agar perpindahan moda transportasi pada hari kedatangan dan kepulangan tamu negara dapat berjalan lancar dan nyaman,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, Minggu (18/3/2018).
Sementara, Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri saat ini tengah melakukan memperluas area apron dan parking stand. Pasalnya, saat ini kapasitas parkir pesawat yang tersedia 53 parking stand, sehingga setelah dilakukan perluasan area Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki 64 parking stand. Selain itu, perluasan yang dilakukan juga akan dilakukan penambahan pada Rapid Exit Taxiway.
“Diharapkan dengan adanya penambahan rapid exit taxiway yang semula hanya ada 2 menjadi 4  ini dapat meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat dari 30 pesawat per jam menjadi 33 pesawat per jam,” ungkapnya.
Selain itu, pada konter check-in juga akan diperluas dan diperbanyak yang semulahnya hanya tersedia  96 unit konter check-in seluas 2.470 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi. Tidak hanya itu sisi parkir kendaraan di sisi darat juga akan diperluas sehingga kapasitasnya pun akan meningkat sebanyak 1.600 unit.
Faik menyebutkan pihaknya pun telah melakukan antisipasi jika pergerakan pesawat melebihi kapasitas apron Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Angkasa Pura I telah menyiapkan program perluasan bandara-bandara alternatif untuk menambah jumlah kapasitas parkir pesawat/ parking stand.
Bandara-bandara yang dilakukan juga ikut mengalami perluasan yakni Bandara Juanda Surabaya dengan penambahan jumlah parking stand untuk 7 narrow body atau 3 wide body. Lalu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan penambahan jumlah parking stand untuk 6 narrow body atau 3 wide body.
Selanjutnya Bandara Lombok Praya dengan penambahan jumlah parking stand untuk 8 narrow body atau 4 wide body, Bandara Adi Soemarmo Solo dengan penambahan jumlah parking stand untuk 6 narrow body atau 3 wide body dan Bandara El Tari Kupang dengan penambahan untuk 5 small aircraft.
“Dengan dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak, diharapkan ajang pertemuan ekonomi tingkat dunia ini; khususnya terkait pelayanan perpindahan moda transportasi di Bandara Bali dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman,” tutupnya. (SB-dims)

Comments

comments