Anggota Geng Motor “Satu Darah” Bikin Ulah di Kuta

3229
Ilustrasi (foto net).

SULUH BALI, DENPASAR – Bali kembali dihebohkan dengan ulah sekelompok Geng Motor asal Belanda yang melakukan kerusuhan di Kuta Bali. Mereka melakukan kerusuhan setelah melakukan party di sebuah club malam ternama di Kuta.

Dari informasi yang dihimpun di TKP dan Polsek Kuta bawa kronologis kejadian berawal pada Senin sekitar pukul 04.30 Wita dinihari pada saat Pyramid persiapan closing, datang rombongan tamu gelombang 1 jumlahnya sekitar 25 orang dengan menumpang taxi, menggunakan seragam rompi kulit warna hitam bertuliskan “Satu Darah”, mereka masuk dan memesan minuman di dalam.

Pukul  06.00 Wita datang lagi rombongan ke 2 sebanyak 15 orang dengan menggunakan seragam yang sama  mereka masuk ke dalam piramid, sampai di dalam mengingat piramid mau tutup, dari pihak managemen menyarankan mereka untuk pulang, setelah mereka di luar tiba-tiba mereka melakukan penyerangan ke dalam bangunan Pyramid dengan melempar kaca pintu depan  menggunakan batu dan helem mereka juga merobohkan motor-motor yang parkir club malam ini.

Selanjutnya pihak karyawan Pyramid menghalau mereka untuk pergi, kemudian mereka berjalan ke selatan sambil melempar-lempar batu ke jalanan, diantara rombongan pelaku ada 6 orang tinggal di hotel Pop Harris Dewi Seri Kuta. Pukul 06.10 Wita menurut keterangan security hotel mereka datang dari luar dengan berjalan kaki dan salah satu dari mereka sambil memegang batu, kemudian mereka bergegas masuk ke kamar masing-masing.

Pukul 06.30 Wita mereka chek out dari hotel dengan menumpang taxi, semestinya mereka chek out dari hotel besok hari Selasa. Diduga mereka melakukan pengerusakan terhadap fasilitas dan barang yang ada karena mereka kecewa mengingat baru mereka masuk sudah di usir keluar saat Pyramid mau tutup.

Menjelang dini hari, anggota Geng Motor yang menggunakan rompi bertuliskan ” Satu Darah” ini  bergerak ke arah Jl Dewi Sri. Disinilah kerusuhan terjadi, warga yang bertemu di jalanan dicegat, dipukulin, motornya ditendang. “Semuanya garang. Warga yang tidak tahu menahu-menahu juga dipukul oleh sekelompok orang dengan menggunakan rompi “Satu Darah” itu,” ujar seorang warga bernama Engel tersebut.

Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi jalanan tersebut. Namun ia tidak bisa memastikan apakah itu geng motor asal Belanda atau tidak. “Kami belum tahu apakah itu geng motor asal Belanda atau apa. Namun yang pasti, bila membuat kerusuhan, akan ditindak tegas. Kita sedang mencari mereka saat ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (8/8).

Saat ini polisi sedang disebar, mencari keterangan, mendengar keterangan saksi dan menyelidiki TKP yang ada. Bila terbukti melakukan tindakan kriminal, maka akan ditangkap dan diproses secara hukum.

Anggota geng motor tersebut diketahui berasal dari Belanda, berdarah Maluku, Ambon. Geng motor bernama “Satu Darah” menjadi sorotan pihak keamanan Australia karena terlibat kekerasan di Sydney. Geng motor itu berdiri di Belanda dan anggota pertamanya adalah orang-orang keturunan imigran Maluku, Indonesia.

Geng motor Satu Darah diduga muncul di Australia sejak tahun lalu. Geng ini telah mendirikan cabang di New South Wales (NSW), Australia Selatan dan Queensland. Perekrutan rata-rata melalui media sosial. Menurut riwayatnya, “Satu Darah Motor Club” didirikan di Kota Moordrecht, Belanda selatan pada tahun 1990. Nama “Satu Darah” sendiri berasal dari bahasa Indonesia.

Kapolsek Kuta mengaku hingga saat ini masih melakukan investigasi kenapa kelompok itu ada di Kuta Bali. Apakah kelompok itu memang benar-benar geng motor asal Belanda berdarah Maluku atau kelompok yang sudah berbaur dengan warga lokal. Ia menegaskan, apa pun kelompoknya tidak bisa ditolerir kalau melakukan kerusuhan di Kuta Bali. Bila terbukti akan ditindak tegas. (SB-Rio)

 

Comments

comments