Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di pasar Badung (foto wan).

SULUH BALI, Denpasar — Kepolisian Resor Kota Denpasar saat ini masih mendalami penyelidikan kebakaran di Pasar Badung, mengingat aparat berwajib itu masih belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut.

“Kami masih perlu pengumpulan barang bukti dan saksi. Semua masih dalam upaya penyelidikan,” kata Kepala Polresta Denpasar, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana, Kamis (7/4/2016).

Meski sebelumnya petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar telah mengungkapkan hasilnya kepada publik, namun penyebab kebakaran di pasar tradisional terbesar di Denpasar itu masih misterius.

Kepala Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar, Komisaris Besar Koesnadi mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda barang berbahaya di pasar tradisional terbesar di Ibu Kota Provinsi Bali itu.

Dia menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di pasar itu juga dalam kondisi baik.

Artinya listrik di pasar terbesar tersebut tidak ada kerusakan. Selain itu juga tidak ditemukan alat mekanik yang menghasilkan panas dan tidak ada bahan kimia.

“Kami tidak menemukan adanya barang-barang berbahaya. Hasil abunya juga negatif artinya memang tidak ada benda-benda di sana yang menyebabkan api itu muncul,” ucapnya.

Koesnadi lebih lanjut mengungkapkan bahwa kebakaran berawal dari lantai satu karena semua benda di lantai tersebut hangus terbakar, bahkan tangga dan perangkat besi di lantai itu terbakar tingkat tinggi dengan ditemukannya pengelupasan pada gedung pasar berlantai empat itu.

Terkait dengan hasil uji forensik itu, Sudana menyatakan bahwa hasil tersebut akan dikumpulkan sebagai keterangan ahli saat di persidangan.

“Keterangan Puslabfor itu menjadi kajian ilmiah pada saat proses persidangan,” imbuhnya.

Sebelumnya Pasar Badung terbakar pada Senin (29/2) sekitar pukul 18.00 Wita.

Akibatnya ratusan pedagang mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah dan hingga saat ini mereka masih bertahan berjualan di halaman parkir pasar berlantai empat itu. (SB-ant)

Comments

comments