Ancaman Sampah Beracun

36

Muliartha (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Sampah liquid yang mencemari air, lama-kelamaan sangat membahayakan. Karena sampah atau limbah tersebut mengandung logam, termasuk juga arsenik. “Fatal bila itu dikonsumsi atau mengenai biota di sungai atau laut. Apalagi ikan-ikan yang sudah tercemar tersebut akhirnya dikonsumsi oleh warga. Meski tidak berdampak cepat, pada akhirnya dampaknya akan sangat fatal bagi kesehatan, karena racun yang dikandungnya,” ungkap Muliartha, seorang peneliti lingkungan.

Ia pun mengungkapkan penelitiannya pada salah satu rumah sakit. Ia menemukan fakta, pengolahan limbah atau sampah oleh rumah sakit masih belum maksimal. Padahal limbah atau sampah liquid yang dihasilkan tersebut sangat berbahaya. “Saya juga khawatir, bagaimana sebagian warga yang membuat sumur yang jaraknya sangat dekat sekali dengan sungai atau pun penampungan kotoran wc. Idealnya minimal jarak antara sumur dengan sungai atau penampungan kotoran adalah 10 meter,” ia menambahkan.

Ia menambahkan, selain rumah-rumah sakit, sampah-sampah liquid juga bisa berasal dari apotik, dan garmen. Lebih lanjut ia memaparkan, sampah-sampah liquid yang sudah mencemari air yang dikonsumsi, dapat di tes saat air itu dimasak. Air yang sudah tercemar tersebut akan menimbulkan endapan semacam kerak berwarna putih. Bila itu terjadi, air sudah tercemar, tentu sangat membahayakn bagi kesehatan. Begitupun, sampah liquid yang mengalir dan akhirnya bermuara di hutan-hutan mangrove. Akan berdampak pada kerusakan bioda yang ada disana. Hal tersebut menurutnya tentu akhirnya akan merusak keberadaan mangrove tersebut.

Hal tersebut terungkap saat diadakan Obrolan Warung Rakyat, dengan teman Sampah Liquid dan Mangrove, Selasa (24/12) di Warung Tresni, Renon, Denpasar. Obrolan santai dipandu Turah Harta, disponsori Perguruan Sandhi Murti tersebut juga menghadirkan narasumber pemerintah daerah, pengamat lingkungan, penggiat lingkungan, akademisi, serta beberapa media. (SB-Raka).

Comments

comments