Anak Purwatjaraka “Andrea Miranda” Luncurkan Album Perdana

236
Andrea Miranda saat memperlihatkan album perdananya. |foto-dwi|

SULUH BALI, Denpasar – Akhir tahun 2015, industri musik Indonesia diramaikan oleh penyanyi muda bertalenta kuat Andrea Miranda. Sejak usai lima tahun Dea, ia biasa dipanggil, sudah akrab dengan dunia musik.

Tidak heran, kecintaan Dea terhadap musik merupakan influence kuat yang ia dapatkan dari ayahnya, Purwatjaraka, seorang maestro musik Indonesia dan juga keponakan dari Trie Utama, penyanyi senior yang sudah tidak asing lagi di dunia musik Indonesia.

Sejak lulus SMA, ia melanjutkan studinya ke Universitas Pelita Harapan, Jurusan Musik dan diakhir kelulusannya mendapat penghargaan high distinction. Setahun kemudian, ia mengambil short course di Berklee Collage of Music, Amerika Serikat dengan jurusan Pop/R&B, tahun 2009.

Setelah itu di tahun 2014, De kembali menimba ilmu ke Amerika Serikat di New York Film Academy dan di sana Dea belajar dari pemain berkelas dunia yang berkecimpung di Broadway yang terlibat dalam The Lion King, A chorus Line, The Phantom of The Opera dan Wicked. Namun, setelah perjalanan panjang menempuh studinya, akhirnya November 2015 dia meluncurkan album perdananya.

Album ini langsung diproduseri oleh Ayahnya, Purwatjaraka dan juga banyak dibantu oleh Dian HP, komposer senior Indonesia sebagai music director dalam album tersebut. Selain itu, dalam album ini Dea merangkul musisi-musisi yang sudah tidak asing lagi. Seperti Tohpati, Ifa Fachir, Mhala Numata, Tantra Numata, Gabriel Harvianto dan juga Teza Sumendra.

Dea juga beberapa kali terlibat dalam drama musical seperti Gita Cinta, The Musical 1 & 2, karya Dian HP yang disutradarai oleh Ari Tulang, Onrop Musikal yang disutradarai oleh Joko Anwar, Semut Merah Semut Hitam yang ditulis dan disutradarai oleh Titiek Puspa dan Sangkuriang karya Dian HP yang disutradarai oleh Wawan Sofwan.

Membuat Dea semakin mantap memilih genre yang dianggapnya memiliki emotional value yang mendalam

Album dengan Self Title Andrea Miranda proses penggarapan album yang dilabeli oleh Purwatjacaraka Music Studio ini memakan waktu 10 bulan. Ada delapan lagu dalam album ini.

Di antaranya Kalau Memang Kamu (Ciptaan Tantra dan Mhala Numata), Mereka Tahu Namaku (ciptaan Ifa Fachir dan Mhala Numata), Mengapa Rasa (ciptaan Ifa Fachir dan DRS), Rasa (Ifa Fachir dan Mhala Numata), Kamulah Cinta (ciptaan Dian HP dan Alim Studio), Stellar Sky (ciptaan Tantra dan Mhala Numata) dan dua lagu legendaris milik Titiek Puspa berjudul Cinta Putih (ciptaan Titiek Puspa), dan lagunya Vina Panduwinata berjudul  Aku Cinta Kepadamu (ciptaan Dodo Zakaria) yang diaransemen ulang dan akan dijasikan berbeda oleh Dea yang juga menjadi single pertama dalam albumnya Dea ini.

“Fenomena yang terjadi adalah seberat apa pun musik yang dihadirkan musisi luar selalu diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Aku hanya ingin membuat orang lebih aware untuk tidak terbuai dengan fenomena itu.

“Aku coba memberi wadah bagi penyuka Glee dengan menghadirkan album ini dan menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa ada musik semacam ini yang dibawakan anak negeri, ” ujar Dea dalam tatap muka dengan awak media, di Lippo Mall (22/1). (SB*)

Comments

comments