AMPG Bali Siap Kawal Munas Golkar

105

SULUH BALI, Denpasar — Dewan Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Bali siap mengamankan kegiatan Musyawarah Nasional Partai Golkar di Nusa Dua, 30 November hingga 4 Desember 2014.

“Kami siap mengamankan kegiatan Munas Partai Golkar mendatang dan siap menghadang Yorris Raweyai jika ia nekat hadir pada Munas di Bali,” kata Ketua DPD AMPG Bali, I Gusti Agung Citra Umbara di Denpasar, Selasa (25/11/2014).

Ia mengaku siap mengerahkan sedikitnya 500 anggota AMPG Bali untuk mengamankan jalannya hajatan partai politik tersebut.

“Kami tidak main-main. Anggota kami yang berjumlah 500 orang sudah siap turun menghadang Yorris,” kata Agung Citra yang juga Dewan Pendekar penyandang sabuk hitam Pencak Silat Bhakti Negara itu.

Gung Citra meminta Yorris tak ikut campur lagi dalam urusan Partai Golkar. Apalagi jika ia membawa nama AMPG.

“Dia itu tidak seharusnya lagi berkecimpung di AMPG, sudah dikeluarkan dari AMPG. Sudah diganti. Dia tidak punya hak lagi mengatasnamakan AMPG,” katanya.

Jika Yorris masih menggunakan nama AMPG, maka Gung Citra menyebut itu adalah AMPG gadungan.

“Itu AMPG gadungan. Yorris harus menghormati Rapimnas karena memandatkan Munas di Bali. Kalau dia menghadang berarti melakukan pembangkangan,” katanya.

 

Sudikerta Siap

Partai Golkar masih tetap meminta Pulau Dewata Bali menjadi lokasi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) terkait pencalonan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Dengan total peserta yang mencapai sekitar 2.500 orang yang resmi menggunakan ID Card, Munas Partai Golkar memilih Westin Hotel sebagai tempat melaksanakan hajatan ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga merupakan Ketua Golkar Bali. “Berdasarkan hasil laporan panitia pusat kemarin dan tadi malam, masih tetap meminta Bali sebagai tuan rumah pelaksanaan Munas periode 2014-2019,” ungkapnya saat ditemui di Denpasar. Selasa (25/11/2014).

Sudikerta menjelaskan alasan dimintanya Bali sebagai tuan rumah Munas adalah Bali dirasa sangat aman dalam menyelenggarakan perhelatan seperti itu. “Alasannya sudah barang tentu karena Bali wilayah yang sangat aman untuk menjalankan daripada pelaksanaan even-even yang berskala Nasional,” jelasnya.

Ia juga menambahkan persiapan untuk akomodasi dan pelaksanaan keamanan di Bali masih sedang dimatangkan. “Dipersiapannya sedang dimatangkan, baik dari segi akomodasi, hotel maupun dari sisi pelaksanaan keamanan dan dari sisi pelaksanaan upacaranya serta dari sisi pelaksanaan logistiknya juga sudah,” tambahnya.

Sudikerta juga mengatakan berdasarkan hasil Rapimnas seluruh DPD I dan juga Ormas telah menyampaikan dukungan dan harapan pilihan kepada ARB sedangkan yang lainnya ada juga yang beragam. Lebih lanjut Ia mengatakan pihaknya dirinya hanya mengikuti saja.

“Para DPD II menyerahkan surat pernyataan dukungan dan pilihan kepada Ical, saya kan ngikutin biar saya tidak ketinggalan kereta,” katanya sembari mengatakan tidak ada dugaan intervensi dalam hal ini. “Dugaan intervensi juga tidak ada dan saya tulus dan sangat tulus mendukung Pak Ical,” ungkap Sudikerta.

Beberapa diketahui bahwa Kader Golkar yang membelok dan bersikap tidak mendukung ARB dalam pencalonan ini, Sudikerta menjelaskan bahwa hal memberikan sangsi terhadap pengambilan sikap tersebut adalah kewenangan pusat. “Itu bukan kewenangan kita, itu adalah kewenangan pusat,” jelasnya. (SB-Lik/ant)

 

Comments

comments