Akun Palsu Kadek “Lolak” Posting Buleleng Seharusnya Keluar dari Bali

Kadek Arimbawa Langsung Lapor ke Polda Bali

2867
Kadek "Lolak" Arimbawa anggota DPD RI (foto net).

1. Akun Palsu Sempat Serang Akun Aryaweda

SULUHBALI, Denpasar – Merasa dilecehkan di Sosmed (sosial media), anggota DPD RI Dapil Bali Kadek Arimbawa atau yang lebih dikenal dengan nama panggung “Lolak” melaporkan kasus pelecehan terhadap dirinya melalui akun sosial media (Sosmed) Facebook.

Menurut Lolak, ada akun Facebook yang menggunakan nama dirinya, menggunakan foto
dirinya untuk berkampanye hal-hal yang tidak diinginkan. “Fotonya menggunakan foto saya saat pelantikan sebagai anggota DPD periode kedua, menggunakan seragam lengkap, menggunakan peci. Namanya juga lurus, yakni Kadek Arimbawa. Padahal saya merasa tidak pernah punya FB seperti itu, makanya saya laporkan kasus tersebut ke Polda Bali,” ujarnya saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis (12/11/2015).

Dalam akun yang menggunakan namanya tersebut, ditulis jika dirinya memproklamirkan Provinsi Madura untuk keluar dari Provinsi Jawa Timur. Pada waktu yang berbeda, akun palsu tersebut juga menulis soal Kabupaten Buleleng yang sudah seharusnya keluar dari Provinsi Bali dan membentuk provinsi sendiri. Dan yang paling terakhir adalah soal sesama anggota DPD asal Bali Arya Wedakarna. “Masa saya menulis dalam akun FB, kalau Wedakarna itu pembohong, senang tampil di media tetapi tidak pernah berjuang untuk Bali. Pak Wedakarna telpon saya dan bertanya soal itu. Itulah sebabnya saya laporkan kasus tersebut ke Polda Bali,” ujarnya.

Menurut Lolak, dirinya tidak pernah berkapasitas untuk berbicara soal Madura, soal Buleleng, apalagi mengeritik Wedakarna.

Lolak juga menjelaskan, Medsos saat ini memang sedang menjamur, banyak reaksi yang bisa ditimbulkan oleh media sosial apabila dikelola dengan maksimal, baik itu reaksi positif maupun negatif. Seperti yang terjadi belakangan ini banyak menyebar akun-akun palsu di facebook yang mengatasnamakan tokoh maupun artis atau perusahaan tertentu untuk melakukan sejumlah penghinaan dan penipuan yang dapat merugikan pihak lain.

Salah satu yang terjadi beberapa hari ini adalah terdapat akun facebook yang mengatasnamakan Kadek Arimbawa (Anggota DPD RI Provinsi Bali) lengkap dengan fotonya yang memposting komentar “aneh” di akun facebook milik sesama anggota DPD RI Perwakilan Bali, Dr. Arya Wedakarna, pada hari Minggu, 8 November 2015, sehingga menimbulkan reaksi negatif terhadap Kadek Arimbawa.

2. Lapor ke Polda Bali

Hal ini tentu membuat tidak nyaman kedua Senator asal Bali tersebut, akun facebook yang mengatasnamakan Kadek Arimbawa seolah-olah menentang dan meremehkan Arya Wedakarna. “Saya ini tidak punya yang namanya facebook, satu-satunya akun yang dikelola oleh staf saya itu page yayasan kesenian bali, jadi dengan tegas saya katakan bahwa itu akun palsu yang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk suatu tujuan tertentu,” ungkapnya.

Melalui stafnya, Lolak mengutip beberapa komentar dalam akun palsu tersebut. Beberapa di antaranya adalah “Cuma foto-foto, tebar pesona, pulang dah, gak ada kelanjutannya” atau “Kalau cuma memperjuangkan prasasti yang tidak akan kembali saya rasa hal yang sia sia. Seiring tuntutan Madura mau lepas dari Jawa Timur, saya akan perjuangkan pembentukan Provinsi Bali Utara (baltara). Sudah cukup kesenjangan antara Buleleng dengan kabupaten di selatan. Masak PLTU ada di Buleleng untuk menerangi hotel hotel Denpasar Kuta, kami cuma kebagian asapnya saja. “Semua komentar ini sudah ada nuansa politisnya disana,  mengesankan bahwa kami ini tidak ada kekompakan satu sama lain dan saling menjatuhkan serta membuat reaksi negatif terhadap saya,” ujarnya.

Sementara Arya Wedakarna dalam akun facebooknya menegaskan bahwa akun yang mengatas namakan Kadek Arimbawa yang hadir di beberapa status facebook Dr. Arya Wedakarna dengan sejumlah pernyataan yang melawan, kontra atau cenderung provokatif adalah palsu. Dan usaha untuk melaporkan ke cyber crime Polri sedang diupayakan.

Menanggapi hal tersebut, Kamis 12 November 2015, I Kadek Arimbawa telah membuat surat pengaduan ke Reskrimsus Polda Bali Nomor : 012/DPD.RI.BALI.B-66/XI/2015. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal serupa terjadi kembali. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati menggunakan media sosial dan gunakanlah secara bijak jangan sampai merugikan orang lain maupun diri sendiri,” tutupnya. (SB-rio)

3. Comments

comments