Aksara Bali Ternyata Ada Juga di Alam dan Badan Manusia

4993
sumber foto-net

SULUH BALI, Denpasar   ̶   Siapa tidak kenal dengan aksara Bali?, tentu semua orang Bali mengenal aksara ini dimana setiap jenjang sekolah baik di tingkat dasar sampai dengan tinggkat tinggi selalu diajarkan dalam menulis maupun membacanya.

Aksara Bali sendiri dalam sejarahnya diperkirakan merupakan turunan dari aksara Karosti yang berkembang menjadi aksara Brahmi dan kemudia berkembang lagi menjadi  aksara Devanegari dan aksara Pallawa sehingga kemudian berkembang lagi  menjadi aksara Bali.

Di Indonesia munculnya aksara Hanacaraka dikaitkan dengan kisah mitologi Jawa dimana ada seorang pengembara yang bernama Aji Saka yang kemudian menjadi Raja Medang Kemulan mengabadikan aksara hanacaraka mengenang meninggalnya  dua abdi setianya yang bernama Dora dan Sembada.

Secara umum aksara Bali dibedakan menjadi dua yaitu aksara suara dan aksara Wianjana (konsonan). Aksara Wianjana dibagi menjadi tiga yaitu pertama, Wre Sastra yakni yang biasa digunakan dalam penulisan berjumlah 18, Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Ma, Ga, Ba, Nga, Pa Ja, Ya, Nya, kedua aksara Swalalita (menulis bahasa Jawa Kuna/Kawi) dan ketiga  aksara Modre (aksara yang dipakai dalam penulisan rerajahan, japa mantra)

Dalam kehidupan masyarakat Bali, aksara Bali telah menjadi satu kesatuan dengan berbagai kehidupan seperti bidang-bidang sosial-budaya masyarakat Bali serta menyatu dalam pelaksanaan keagamaan Hindu.

Diulas lebih jauh, aksara Bali tidak hanya menjadi simbol peradaban kebudayaan namun menyatu pula dalam keyakinan konsep keagamaan Hindu. Seperti misalnya aksara Bali juga memiliki tempat yang menempati di alam semesta (Bhuwana Agung) maupun di dalam tubuh manusia (Bhuwana Alit).

Berikut ini letak dari aksara-aksara Bali dalam penjuru mata angin (Bhuwana Agung)  sesuai dengan yang dijelaskan  dalam lontar Tutur Aji  Saraswati  yakni HA NA Di timur, CA RA di tenggara, WA LA di barat laut, MA GA di barat, BA TA di barat daya,NGA PA di utara, DA JA di timur laut, YA NYA di tengah, Pamada di bawah, Carik di atas, diatasnya Sùnya.

Aksara Bali  juga memiliki tempat di dalam tubuh manusia (Bhuwana Alit)  yakni sebagai berikut: HA pada pikiran (Idep), NA pada hati, CA pada pangkal lidah, RA pada alis, KA pada pedengaran, SA pada putih mata, WA pada pinggang, LA pada bibir, MA pada muka, GA pada leher, BA pada bahu, TA pada hidung, PA pada kaki, DA pada dada, JA pada hati, Pamada pada jantung, Carik pada seluruh persendian. (SB-Skb)

Comments

comments