Akhirnya Bali Punya PLTDG 200 MW, Hemat 4 Milyar Perhari

398

Mangku Pastika saat meresmikan PLTDG pesanggaran. |foto-sem|

 

SULUH BALI, Denpasar – Sempat rencana penambahan mesin PLTDG pesanggaran ditolak oleh warga karena kawatir akan dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan gas, namun akhirnya Jumat (29/8/2015) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas (PLTDG) 200 MW Pesanggaran mulai dioperasikan secara resmi.

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika berharap dengan  dioperasikannya  PLTDG 200 MW  Pesanggaran ini masyarakat tidak lagi merasa kawatir akan dampak buruk penggunaan gas karena kenyataanya penggunaan gas malah  memberikan dampak baik  bagi pasokan listrik di Bali maupun lingkungan dan sisi keamanannya.

“Jangan bayangannya menggunakan gas nanti berbahaya, justru itu (PLTDG) akan sangat aman, bersih dan juga sepi,” ungkapnya.

Menurut Pastika, Bali yang saat ini setiap harinya memerlukan sekitar 800 MW pasokan listrik dengan dioperasikannya PLTDG yang menghasilkan 200 MW serta pesanggaran yang menghasilkan total 370 MW serta ditambah pasokan Celukan Bawang, Pemaron dan Gilimanuk dan pasokan listrik melalui kabel bawah laut maka ia pastikan Bali akan berkecukupan listrik 5 tahun kedepan.

“Kita akan cukup sekali (pasokan listrik) sampai dengan tahun 2020,” terang Pastika.

Sementara Direktur Keuangan PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani menjelaskan beroperasinya PLTDG 200 MW Pesanggaran  ini dapat menghemat pemakian BBM sebesar 547 KL/hari dari sebelumnya pemakian BBM sebesar 2.190 KL/hari menjadi 1.642 KL/hari atau setara dengan penghematan sebesar Rp 4 Milyar/hari.

Sementara terkait mesin pembangkit listrik yang digunakan,  menurutnya  dengan konversi BBM ke  gas ini maka akan dapat berpengaruh terhadap kekuatan mesin sehingga kekuatan mesin yang dipakai akan bisa bertahan lama.

“Menggunakan gas mesinnya akan semakin kuat dan life timenya bisa panjang kira-kira minyak dan gas sekitar satu kalinya,” terang Srepeni. (SB-Su)

Comments

comments