Ketut Sudikerta dan Rai Mantra (foto ist).

SULUH BALI, DENPASAR – PDI-P sudah mengumumkan pasangan Wayan Koster dan Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati sebagai calon gubernur Bali tahun 2018-2023 dengan tagline Koster-Ace. Lalu siapa penantangnya, ada sejumlah partai di luar PDI-P dan PAN yang sudah merapat ke Koster-Ace.

Partai-partai ini  tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang di dalamnya terdiri dari Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem dan PKS. KRB akhirnya menyelesaikan draf koalisi dengan beberapa point penting yang harus ditaati oleh anggota KRB.

Dalam pertemuan berlangsung di Denpasar pada, Kamis (14/13) kemarin dihadiri oleh seluruh petinggi Partai dari KRB. Pertemuan tersebut tanpa kehadiran Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta). Namun pertemuan tersebut dipastikan telah melahirkan keputusan tetap.

Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Bali Nusra Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra menjelaskan, Golkar sebagai partai yang memiliki kursi untuk mengusung sendiri telah sepakat untuk mengusung paket Dharma-Kerta. “Semua sudah sepakat dengan paket Dharma-Kerta. Sekarang kami tinggal menunggu konfirmasi dari kedua tokoh yakni Dharma-Kerta. Bila sudah ada konfirmasi, maka kami dari seluruh anggota KRB akan ramai-ramai menyambangi rumah kedua kandidat yang dijagokan KRB,” ujarnya.

Menurutnya, Sudikerta saat ini memang masih mengantongi rekomendasi sebagai calon gubernur.

Permintaan kepada Sudikerta untuk maju menjadi Cawagub dilakukan berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara ilimiah dan realistis. “Memang sampai saat ini Sudikerta masih sebagai calon gubernur. Karena rekomendasi belum berubah. Namun kami akan memohon kepada Sudikerta agar membangun Bali dengan ngayah (pengabdian tulus) tanpa ada mahar sedikit pun. Kami akan menyambangi dan memohon agar Sudikerta bisa membangun Bali,” ujarnya.

Menurutnya, Golkar selalu berpatokan pada hasil survei LSI yang sudah dipresentasikan dua hari yang lalu di Jakarta. Dalam survei itu disebutkan jika selisih antara paket Dharma-Kerta dan Koster-Cok Ace diunggulkan oleh paket Dharma-Kerta. Selisihnya mencapai 2,8 persen. Dari hasil survei itulah maka KRB sepakat untuk menjadikan paket Dharma-Kerta maju dalam Pilgub Bali 2018. Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan DPP Golkar. Pihak DPP Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Bali untuk menentukan calon pemimpinnya sendiri.

Lalu akankah Dharma-Kerta yang menghadapi Koster-Ace tahun depan? Hari ini keduanya nampak akrab dalam acara di sebuah diskusi di Denpasar. (SB-Rio)

Comments

comments