Ajaib | 4 Napi WNA Kabur dari Lapas Kerobokan Lewat Lubang Sempit

2208
Lubang sempit yang diduga sebagai jalan melarikan diri para Napi WNA Lapas Kerobokan (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Warga Denpasar, Bali dihebohkan dengan aksi empat (4) tahan yang kabur dari Lapas Klas II A Denpasar, Jl. Tangkuban Perahu, Lingkungan, Taman Mertanadi, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung pada Senin (19/6/2017) sekitar pukul 08.00 Wita.

Diketahui kaburnya 4 (empat) orang Napi Warga Negara Asing berawal ketika petugas lapas melakukan pengecekan pada saat apel Pagi. Kaburnya empat napi asing itu dibenarkan oleh Kalapas Kerobokan, Tonny Nainggolan. “Ya benar ada yang kabur,” kata Tonny saat hubungi Senin (19/6/2017). Keterangan beberapa saksi, empat napi tersebut masih sempat terlihat sekitar pukul 06.30 Wita.

Adapun identitas ke 4 orang Asing tersebut yang melarikan diri yakni SHAUN EDWARD DAVIDSON Alias EDDIE LONSDALE Alias MICHAEL JOHN BAYMAN BIN EDDI  (33).WNA yang diketahui berasal dari dari Australia, alamat Subiaco, Pert, Australia ditahan karena tindakan pidana Keimigrasian UU RI No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Sisa pidana 0 tahun, 2 bulan, 15 hari, lama pidana 1 tahun. Tanggal mulai ditahan  pada5 April 2016 dan resmi menjadi penghuni Blok Bedugul.

Kemudian, DIMITAR NIKOLOV ILIEV alias KERMI BIN ALM. NIKOLA ILIEV  (43) asal Bulgaria. Pria yang beralamat di Villa Melati Jalan Umalas 2 Kuta atau Jalan Batu Belig, Kerobokan, Kuta ini ditahan karena melanggar UU RI No. 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU RI No.8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang. Lama pidana 7 tahun, mulai ditahan 13 Juni 2016, sisa pidana 5 tahun, 3 Bulan, 6 hari, penghuni Blok Bedugul.

Selain itu, SAYED MOHAMMED SAID (31) asal India.  Warga negara pemilik goyang pinggul ini ditahan karena melanggar pasal 113 (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ia mulai ditahan pada 10 September 2015 lalu. Sementara tanggal putusan sidang pengadilan pada 28 Maret 2016 dengan lama pidana 14 tahun, sisa Pidana 12 tahun, 3 Bulan, 3 hari, penghuni Blok Brdugul.

Dan tahanan yang terakhir yakni TEE KOK KING BIN TEE KIM SAI (50) asal Johor Malaysia. Ia ditahan karena melakukan tindak pidana narkotika dan melanggar pasal 113 (2). Ia disidang dan dan diputuskan pada 15 September 2016 dengan lama pidana 7 tahun, 6 Bulan, sisa pidana 6 tahun, 1 bulan, 5 hari, penghuni Blok Bedugul.

Dari informasi yang dihimpun, 4 tahanan ini kabur melalui sebuah lubang dengan ukuran diameter 50×75 sentimeter yang berada di belakang Poliklinik Lapas Kerobokan. Diperkirakan lubang dengan panjang gorong-gorong 15 meter yang sudah tembus ke arah barat menuju Jalan Raya Mertanadi. Saat mereka melintas, gorong-gorong tengah tergenang air lantaran hujan yang mengguyur. Hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terkait kaburnya 4 tahanan tersebut. (SB-Rio)

 

Comments

comments