Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Djarot Siap Jadi Jaminan

59
Ahok dan Djarot (foto net)

SULUH BALI, Jakarta — Ali Mukartono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan di Rutan Cipinang.

“Sekarang proses administrasi di Rutan Cipinang. Sementara tahanan karena dia bukan narapidana makanya eksekusi ditahan di rutan,” kata Ali seusai persidangan pembacaan putusan Ahok di Auditorium Kemenerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Ia juga menegaskan bahwa Ahok langsung ditahan di Rutan Cipinang setelah divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Langsung dilaksanakan, tidak ada protokol karena penetapan itu segera,” ucap Ali.

Sementara itu, Ahok mengajukan banding atas vonis pidana penjara selama dua tahun yang diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Kepada saudara Jaksa maupun kepada terdakwa mempunyai hak untuk mengajukan upaya hukum selama tujuh hari ini setelah diucapkan putusan, yaitu berupa upaya hukum banding. Oleh karena itu saudara terdakwa untuk berkonsultasi dengan penasihat hukum sebelum ajukan sikap saudara,” kata Dwiarso Budi Santiarto, Ketua Majelis Hakim persidangan Ahok.

“Kami akan melakukan banding yang mulia,” kata Ahok.

Sementara itu, Ali Mukartono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan Ahok tetap menghormati atas putusan pidana penjara dua tahun terhadap Ahok itu.

“Kami hormati apa yang telah diputuskan oleh Majelis Hakim pada pengadilan kami akan tentukan sikap dan waktu sesuai yang diatur dalam Undang-Undang,” kata Ali.

Hakim Dwiarso pun mengingatkan kepada terdakwa walaupun sudah mengucapkan banding di persidangan ini harus ditindaklanjuti dengan membuat atau mencatatkan pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Nanti di situ saudara menandatangani akte banding bersama-sama dengan panitera dan di situ saudara sah resmi ajukan banding,” ucap Dwiarso.

 

Siap Jadi Jaminan

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berpesan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar tetap bersabar menghadapi vonis dua tahun penjara yang diputuskan hakim dalam perkara dugaan penistaan agama.

Pesan tersebut disampaikan secara langsung oleh Djarot ketika mengunjungi Ahok di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur pada siang hari ini.

“Saya sudah bertemu sama Pak Ahok dan keluarganya. Saya sampaikan supaya tetap bersabar dan bisa menghadapi ini bersama-sana, tetap dalam koridor konstitusi,” kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut dia, keputusan yang telah disampaikan oleh majelis hakim harus dihormati. Namun, kata dia, pihaknya tetap mempunyai hak untuk melakukan proses banding.

“Kami menghargai menghormati keputusan yang sudah disampaikan majelis hakim, tapi kami juga punya hak untuk melakukan proses banding. Artinya, pengacara juga sudah melakukan tugasnya,” ujar Djarot.

Dalam kunjungan tersebut, dia juga mengaku telah mengajukan diri sebagai jaminan atas penahanan Ahok supaya dapat ditangguhkan penahanannya sehingga statusnya bisa menjadi tahanan kota.

“Saya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mengajukan jaminan agar penahanan Pak Ahok bisa ditangguhkan dalam bentuk penahanan kota. Selama ini, Pak Ahok selalu kooperatif dalam mengikuti segala proses pengadilan dan tidak menghilangkan barang bukti,” kata Djarot.

Dia mengungkapkan apabila permintaan penahanan kota tersebut dikabulkan, maka dipastikan pelayanan di Kota Jakarta tidak akan terganggu dan roda pemerintahan akan tetap berjalan seperti biasanya.

“Kami memohon supaya penangguhan penahanan itu bisa diterima. Sehingga kami bisa fokus memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga DKI Jakarta sampai Oktober 2017,” kata Djarot. (SB-ant)

 

Comments

comments