Tersangka AG mengaku, Ibu Angkat Membunuh Angeline

192

Kuasa Hukum AG, Haposan Sihombing saat ditemui di Mapolda Bali (Foto-Ijo)

SULUHBALI, Denpasar – Sebuah pengakuan baru, dilontarkan AG kepada penyidik. Dihadapan penyidik AG mengaku bahwa dirinya tidak pernah memperkosa Angeline. Hanya saja dia melihat Angeline tengah dalam kondisi lemas. Tak lama kemudian, bocah mungil tersebut terbujur kaku.

Hal tersebut diungkap Haposan Sihombing, kuasa hukum AG saat ditemui di Mapolda Bali, Jumat (18/06/2015), bahwa kliennya tidak pernah melakukan pembunuhan dan pemerkosaan.

“Dalam berita acara pemeriksaan sebelumnya kan AG menyampaikan bahwa tidak pernah melakukan pemerkosaan dan pembunuhan. Tetapi dalam berita acara pemeriksaan semalam AG menyampaikan bahwa yang melakukan pembunuhan itu adalah M tempatnya di Kamar M dan dia hanya disuruh membantu membungkus, mengambilkan boneka dan mengambil sprai selanjutnya mengangkat, mengubur dan menutup kuburan tersebut,” papar Haposan.

Semua itu dilakukan klienya atas permintaan M dengan imbalan 200 juta, bukan 2 miliar seperti yang pernah diucapkan Akbar Faisal beberapa waktu lalu yang akan dibayarkan 24 mei tetapi dia sudah keluar tanggal 25 mei.
Sementara terkait dengan pengakuannya soal uang Rp 2 miliar, AG mengaku jika itu dilakukan hanya karena kesal terhadap M. Namun ia tak menampik jika AG diming-imingi M untuk tidak membongkar kasus tersebut.

“Angka pastinya adalah Rp 200 juta. Jumlah ini akan dibayar tanggal 24 Mei. Setelah menunggu sampai tanggal 24 Mei tidak dibayar, Ag akhirnya keluar dari rumah Angeline tanggal 25 Mei karena janji M tidak dibayar,” terangnya.

Kronologis
Peristiwa itu terjadi saat AG dipanggil M ke dalam kamarnya. Pada saat itu hari masih pagi, sekira pukul 10.00 WITA tanggal 16 Mei 2015. AG dipanggil masuk ke kamar M di lantai bawah. Saat AG masuk ke dalam kamar, ia melihat Angeline sudah tergeletak lemah tak berdaya dengan posisi badan miring. Rupanya bocah itu tengah sekarat.
“Hanya tangannya yang bergerak sedikit, lalu tak bergerak sama sekali,” kata Haposan menirukan ucapan Agus.

Selain itu, M juga memerintahkan Ag untuk memperkosa Angeline. Namun, permintaan itu ditolaknya.
“AG tak memperkosa Angeline seperti selama ini diucapkan. Hal itu dia ucapkan karena dia ditekan, diancam. Karena permintaan itu ditolak, M kemudian meminta Agus untuk melepas baju yang dikenakannya, lalu ditaruh di atas tubuh Angeline yang tidak bernyawa. M kemudian menyuruh Agus untuk mengambil sprei dan membungkusnya. Sore harinya, AG ini diminta untuk melarikan diri. dengan begitu, AG bukanlah pelaku pembunuhan Angeline. Pelaku sesungguhnya adalah M,” ucap Haposan.

Dengan begitu, AG bukanlah pelaku pembunuhan Angeline. Pelaku sesungguhnya adalah M yang tak lain ibu angkat Angeline. Dengan demikian, apakah ini pengakuan final Agus? Haposan tak berani menjamin hal itu. Namun, katanya, hal inilah pengakuan terakhir Agus.
Mengenai AG yang kerap membuat keterangan berubah-ubah, Haposan menyebut jika Agus diancam oleh seorang lelaki tak dikenal.
“Selama ini ia berada dalam tekanan. Ada yang meneror dia. Suaranya adalah suara laki-laki. Agus sangat takut dengan suara itu, sehingga kartu telepon selularnya dipatahkan dan dibuang,” jelasnya. ‎(SB-ijo)

Comments

comments

Comments are closed.