Adu Kekuatan Rarung dan Banaspati Raja dalam Kisah Calonarang

522
ilustrasi by arix

SULUH BALI, Denpasar – Lakon “Keutus Rarung” sering kali dimainkan dalam pementasan dramatari calonarang, dimana dikisahkan Ni Rarung yakni murid tersakti Ni Walunateng Dirah atau Calonarang diutus untuk membuat kegaduhan dan musibah di kerajaan Kediri.

Setiap pementasan, Rarung sering dikaitkan dengan kekuatannya yang mampu mengalahkan Patih Madri yang salah satu abdi pepatih di kerajaan Kediri. Rarung memiliki tingkatan pengleyakan yang bentuknya berwujud raksasa atau dikenal dengan rangda berwarna hitam atau merah.

Pada kisah calonarang juga disebutkan pertarungan antara Rarung dengan Banaspatiraja atau wujud barong. Banaspati Raja merupakan perwujudan dari Patih Taskara Meguna dalam ilmunya sebagai ilmu Dharma Sadu (ilmu putih).

Rarung dan Banaspati Raja bertarung dengan sengit, Rarung mengeluarkan kekuatan Sidinya dalam wujud rangda hitam atau merah sementara Banaspati Raja berwujud barong yang memiliki tubuh besar dan memiliki kewibawaan sebagai penguasa hutan.

Rarung merupakan bentuk perwujudan dari kekuatan ilmu hitam pengleyakan yang didapatkannya dari ajaran Calonarang. Diantara murid-murid dari Walunateng Dirah sosok Rarung diyakini sebagai murid tersakti dan sebagai kesayangan dari Walunateng Dirah.

Sementara Patih Taskara Maguna yang berwujud Banaspati Raja berwujud barong macan merupakan bentuk perwujudan kekuatan ilmu putih. Banaspati Raja sering dijuluki dengan sato raja (raja bintang) atau sato gni (binatang yang berapi).

Petarungan yang sengit ahirnya dimenangkan oleh Banaspati Raja, dengan buasnya Banaspati Raja menyerang Rarung dari berbagai arah, sementara Rarung dengan kesidiannya terus melawan dan bermaksud melemahkan Banaspati Raja namun tak berdaya oleh kekuatan sato raja.

Kondisi ini memaksa Rarung melarikan diri dan meminta pertolongan kepada gurunya yakni Walunateng Dirah. Rarung merasa bersalah dan malu mengingat tak mampu menumpas kekuatan Banaspati Raja, sementara mendengar itu membuat marah Walunateng Dirah hingga terhadap Rarung.

Atas kekalahan Rarung, Walunateng Dirah merasa kecewa atas kekuatan yang telah diberikan kepada Rarung yang tidak mampu mengalahkan Banaspati Raja. Kekelahan ini yang kemudian membuat marah Walunateng Dirah dan menantang untuk bertanding Banaspati Raja dalam pertarungan selanjutnya. (SB-Skb)

Comments

comments