Abraham Samad Bantah Berfoto Mesra dengan Putri Indonesia

136

Nampak foto ketua KPK Abraham Samad dan Putri Indonesia Elvira dalam sebuah acara (atas) dan foto mesra yang diduga editan keduanya yang beredar di media sosial (bawah). (sumber foto net).

SULUH BALI, Jakarta — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi membantah dirinya adalah orang yang berada dalam foto bersama seorang perempuan muda dengan pose mesra.

“Ini gosip yang sengaja disebarkan untuk menghacurkan diri saya dan mengkriminalisasi saya,” kata Abraham melalui pesan singkat yang dierima di Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Sebelumnya beredar foto yang dikirimkan melalui surat elektronik yang menunjukkan tiga foto Abraham Samad bersama seorang perempuan muda dengan pose mesra dan berangkulan.

Dalam salah satu foto Abraham bahkan tampak mencium pipi perempuan berkulit putih tersebut.

Dalam surat elektronik itu juga memuat data diri sang perempuan yaitu Elvira Devinamira. Elvira adalah Putri Indonesia 2014 kelahiran Surabaya, 28 Juni 1993.

Dalam data tersebut Elvira disebut mengambil jurusan Hukum Universitas Airlangga, Surabaya.

Sebagai Puteri Indonesia, Elvira memang pernah bertemu dengan Abraham saat acara Program Pemilu Berintegritas pada 8 Maret 2014.

Abraham juga mengungkapkan bahwa beredarnya foto tersebut terkait dengan penetapan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

“Kemungkinan besar demikian,” ungkap Abraham.

Namun demikian, Abraham Samad juga sempat berfoto dengan Putri Indonesia ini dalam sebuah acara anti korupsi. Nampak Elvira (berbaju kuning, lengkap dengan mahkotanya) sedang duduk di samping Abraham Samad. Foto ini diambil tahun 2014.

Budi Gunawan

KPK mengumumkan penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji transaksi-transaksi mencurigakan pada Selasa (13/1).

KPK menayngkakan Budi Gunawan berdasarkan pasal 12 huruf a atau b pasal 5 ayat 2 pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk melakukan atau tidak melakukan terkait jabatannya.

Bila terbukti melanggar pasal tersebut dapat dipidana penjara seumur hidup atau penjara 4-20 tahun kurungan ditambah denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Budi (56 tahun) saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri Akademi Kepolisian. Ia sebelumnya pernah menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjadi wakil presiden (1999-2004) dan ajudan Megawati saat menjabat Presiden pada 2001-2004.
Antasari Tak Kaget
Mantan ketua KPK Antasari Azhar mengaku tidak kaget dengan beredarnya foto Ketua KPK Abraham Samad dengan seorang perempuan melalui media sosial.

“Saya tidak kaget kalau beredar foto ketua KPK dengan wanita, setelah membongkar suatu kasus,” kata Antasari ditemui usai persidangan di PN Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2015).

Ia menjelaskan, kasus yang menimpa Abraham Samad tersebut tidak berbeda jauh dengan dirinya setelah mengungkap sebuah kasus.

Karena itu, dirinya melihat bila pengungkapan kasus pastinya memiliki sebuah risiko, dan hal seperti itu tidak perlu dirisaukan. “Tidak berbeda jauh dengan yang pernah saya alami,” tukas dia.

Antasari pun sebelumnya menolak memberikan komentar dengan kasus yang sedang ramai yakni penetapan tersangka oleh KPK kepada calon Kapolri, Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan.

Dirinya mengaku sedang fokus menyelesaikan kasus dan mencari keadilan terhadap hukuman yang telah dijalani selama tujuh tahun.

Apalagi, dirinya merasa yakin bila pembunuhan tersebut bukan dilakukan olehnya, melainkan oleh pihak lain. Karena itu, berbagai persidangan dalam mengungkap bukti pun akan terus dilakukan.

“Kita akan mencari keadilan sampai selesai. Karena, saya bukan yang melakukan pembunuhan itu,” ucapnya, menegaskan. (SB-ant)

Comments

comments