40 Tahun Lebih Jualan Kue, Berbuah Sukses Mengkuliahkan Anak

837
Ibu Sagung Wiarsih dan kue dagangannya. |foto-rk|

SULUH BALI, Tabanan – Menjalankan sebuah usaha memerlukan kesabaran dan proses yang panjang. Begitu pula memerlukan kejelian dalam melihat peluang. Pelajaran itulah barangkali yang bisa dipetik dari ibu yang satu ini. Sudah 40 tahun lebih menekuni usaha berjualan kue dan hanya khusus jualan aneka jenis kue. Baik kue Bali maupun kue dari jenis yang modern.

“Saya sudah 40 tahun lebih hanya jualan kue disini. Bahkan saat saya masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar sudah diajak jualan kue,” tuturnya ditemui di tempatnya jualan kue di pasar Tabanan, Rabu siang (27/1/2016). Meski dagangannya laris, namun wanita asal Gerokgak, Tabanan ini tidak mau mencari lokasi di pinggir jalan ataupun untuk membuka cabang.

“Jualan disini saja sudah cukup. Harga kontrak kios atau tempat di pinggir jalan sekarang mahal,” urai ibu dari 4 orang anak ini. “Dari jualan ini saja saya sekarang sudah merasa bersyukur, sudah cukuplah. Ya adalah rejeki,” katanya merendah. “Dulu saya sempat kerja di bank, mungkin nggak cocok. Akhirnya balik lagi buka usaha jualan kue. Ya mungkin dengan usaha ini saya ada jodoh,” tambahnya sambil tangannya sibuk mengambil kue melayani pembeli.

Kini di usianya yang sudah menginjak 56 tahun, dari usaha jualan kue tersebut mampu menopang ekonomi keluarga bahkan berhasil menghantarkan anaknya menamatkan bangku kuliah. “Anak saya ada 4. Yang sulung sudah tamat kuliah di IKIP. Ya karena cari kerja sekarang susah, lebih baik saya ajak membantu usaha ini saja,” katanya.

Ibu ini ceritakan, aneka jenis kue yang ia jual di dalam pasar Tabanan itu merupakan pasokan dari beberapa orang pembuat kue. “Kue-kue ini ada yang membuatkan. Saya sendiri tidak mungkinlah langsung membuatnya kue yang begini banyaknya,” paparnya. Sekarang ia tidak saja melayani eceran di pasar, ia pun siap melayani pesanan kue dalam jumlah yang banyak. “Kia juga siap melayani kalau ada yang order dalam jumlah yang banyak. Harga bervariasi, tidak mahal kok,” katanya sambil menyodorkan kartu nama.

Pengalaman berpuluh tahuan jualan kue, ditambah rasanya yang enak dan bersih. Kemasannya pun dibuat  menarik. Ada yang dibungkus dengan daun pisang, ada yang dibungkus dengan plastik maupun dikemas dalam bungkusan besar. Misalnya kue (jaje) bendu yang dibungkus daun pisang itu dimasukkan dalam satu kemasan besar yang isinya 50 biji dibandrol dengan harga Rp 25 ribu. Jadi praktis untuk dibawa, manarik dan juga bersih.

Kualitas dan kreativitas yang ia tawarkan itulah yang mungkin menjadikan usaha jualan kue bu Sagung Wiarsih ini selalu ramai didatangi para pembeli kue. Meskipun kini banyak usaha sejenis berjejer di dalam pasar tersebut. (SB-Rk)

Comments

comments