20 Paket Soal Pemantapan SMA Disiapkan Disdikpora

818

SULUHBALI.CO, Denpasar – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali menyiapkan 20 paket soal untuk pelaksanaan tes pemantapan ujian nasional jenjang SMA/SMK tahun pelajaran 2013/2014 yang akan dimulai pada 17 Februari 2014 mendatang.

“Pengadaan soal-soal pemantapan sudah berjalan dan rencananya soal akan kami distribusikan serentak ke kabupaten/kota pada Sabtu (15/2),” kata Kepala Disdikpora Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, di Denpasar, Rabu.

Soal pemantapan jenjang SMA/SMK, ucap dia, telah disiapkan atau dibuat oleh tim dari Disdikpora Bali bekerja sama dengan rekan-rekan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Pola tes pemantapan pada prinsipnya kami desain menyerupai ujian nasional. Selain 20 paket soal, juga jumlah peserta di tiap ruangan dan akan memakai lembar jawaban komputer. Artinya kami menyiapkan sedini mungkin agar anak-anak tidak kaget dengan penyelenggaraan UN yang sebenarnya,” ujarnya.

Tes pemantapan SMA sendiri akan dilaksanakan selama tiga hari (17-19 Februari 2014) dengan enam mata pelajaran yang diujikan yakni untuk Program IPA (Bahasa Indonesia, Biologi, Matematika, Kimia, Bahasa Inggris dan Fisika), untuk program IPS (Bahasa Indonesia, Geografi, Matematika, Sosiologi, Bahasa Inggris dan Ekonomi), sedangkan Program Bahasa (Bahasa Indonesia, Sastra Indonesia, Matematika, Antropologi, Bahasa Inggris dan Bahasa Asing).

Sedangkan jumlah peserta ujian pemantapan untuk SMA sebanyak 26.485 siswa yang terdiri dari program IPA (14.218 siswa), IPS (8.698 siswa) dan program Bahasa (3.569 siswa), serta untuk SMK sebanyak 23.957 siswa.

“Untuk mematangkan kesiapan siswa menghadapi UN, sebenarnya tidak hanya melalui pemantapan UN saja, tetapi sudah berproses sejak lama. Kami tetap berkoordinasi dengan Disdikpora Kabupaten/Kota terkait kesiapan guru dan anak-anak dalam proses pembelajaran,” ucap Kusuma Wardhani.

Pihaknya juga mengingatkan para guru terkait dengan rentang waktu yang tersedia sebelum pelaksanaan UN yang dijadwalkan pada 14 April 2014.

“Dalam waktu yang tersedia ini kita akan segera memasuki proses pemilu legislatif. Ini harus menjadi catatan kepada sekolah-sekolah untuk bisa menjaga ketertiban dalam proses pembelajaran sehingga tak sampai mengganggu persiapan siswa menyambut UN,” ujar Kusuma Wardhani. (SB-ant)

Comments

comments