17 Jaritan, Kasus Gores Paha Kali Ini Menimpa “Dayu” Seorang Model

1797
Dayu, pasca lukanya dijarit. |foto-fb|

SULUH BALI, Denpasar – Kasus gores paha kembali terjadi, kali ini menimpa seorang wanita Ida Ayu Krisna Maharani (22) pada Selasa (6/9/2016) sekitar pukul 03.40 dini hari. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka sepanjang 22 centimeter serta harus mendapatkan 17 jahitan.

Kejadian tersebut bermula ketika wanita yang akrab disapa Dayu ini hendak pulang kerumahnya usai bekerja. Namun, sebelum menuju rumahnya, Dayu bersama temannya membeli makan di Pasar Kreneng. Kemudian korban pulang menuju rumahnya di Jalan Gelogor Indah melalui Jalan Pulau Batanta.

Sekiranya, 200 meter setelah melewati Jalan tersebut, tiba-tiba saja korban dipepet oleh seorang pria yang berbadan gemuk dengan mengendarai sepeda motor Vario. Tanpa disadari korban, pria tersebut menggores paha sebelah kanan korban dengan menggunakan senjata tajam hingga korban mengalami luka yang cukup dalam.

“Saya tiba-tiba dipepet. Dia pakai motor jenis Vario. Pakai helm, pakai sarung tangan terus lampu depan dimatikan. Awalnya saya tidak merasakan apa-apa, pas megang paha baru tahu banyak darah yang keluar,” ujar korban.

Korban yang saat itu tidak terima langsung berusaha mengejar pelaku. Sayangnya, ketika tiba di perempatan jembatan Pulau Galang pelaku yang beraksi seorang diri ini berhasil melarikan diri dengan berbelok kearah Jalan Pemogan.

Korban kemudian pulang dan berteriak memanggil suaminya yang pada saat itu sedang tidur didalam kamar kost. Korban sendiri awalnya tidak mau dibawa kerumah sakit. Melihat lukanya cukup parah, akhirnya korban diantar suaminya yang bernama Putu (23), menuju rumah sakit.

Dilihat dari luka yang dialaminya, Dayu menduga pelaku menyayat paha korban menggunakan ujung pisau yang sangat tajam. Dayu sendiri mengaku tidak pernah punya masalah dengan orang lain. Meski demikian, perempuan yang bekerja sebagai spg di Kuta ini mengaku sekitar satu bulan yang lalu pernah dikejar orang dengan ciri-ciri seperti pelaku yang menyayat kakinya.

“Sebulan yang lalu saya pernah dibuntuti orang yang mirip dengan pelaku. Ketika saya bawa motor kencang dia ikut kencang. Ketika pelan dia ikut pelan. Tapi karena kondisi ramai terus dia menghilang,” lanjutnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Densel Kompol  Aris Purwanto membenarkan terjadi kasus sayat paha hingga saat ini masih mendalami dan memeriksa sejumlah saksi.

“Ya, kita sudah terima laporan korban dan saat ini sudah ada 4 orang saksi yang kita periksa termasuk suami korban. Kita juga sudah kerahkan anggota untuk lebih meningkatkan pengamanan terutama lokasi-lokasi yang vital,” ungkap Aris. (SB-ijo)

Comments

comments