150 Milyar Untuk Beasiswa Miskin

74

Sudikerta saat acara Pemantauan Penyerahan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

SULUHBALI.CO, Mangupura – Pemerintah Provinsi Bali telah mengalokasikan anggaran pendidikan di Tahun 2014 Sebesar 456 milyar. Angka ini sudah melebih amanat undang-undang mengenai besaran alokasi anggaran pendidikan sebesar 21  persen. Hal ini di sampaikan oleh Gubernur Bali yang diwakili Wakil Gubernur Ketut Sudikerta saat acara Pemantauan Penyerahan Bantuan Siswa Miskin (BSM) Provinsi Bali Bertempat di Gor Purna Krida Kerobokan , Kab Badung , Selasa , (4/3). Dari angka tersebut didistribusikan 150 milyar untuk paara siswa yang tidak mampu yang tersebar di Kabupaten / Kota se-Bali.

Menurut Sudikerta ini merupakan salah satu wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kelangsungan proses pendidikan dan kegiatan belajar siswa di indonesia. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesbilitas bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu agar dapat mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. “Saya berharap dengan bantuan ini dapat di manfaatkan dengan sebaik-baiknya , sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat dan membentuk daya manusia yang berkualitas sebagai agen-agen pembangunan dapat terwujud,” pungkasnya. Lebih lanjut dikatakan  penyaluran dan apendidikan  menjadi lebih tepat dan efisien berkat pantauan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Dengan supervisi maka pengelolan keuangan menjadi lebih akuntabel dan transparan.

Sementara itu anggota BPK, M. Rizal mengatakan dari sekian BSM adalah paling akuntabel karena dikirimkan langsung ke rekening penerima bantuan. Dari waktu ke waktu jumlahnya semakin baik, baik dan jumlah nominal maupun penerima. “Tentu ada masalah dalam penerapannya khususnya pada bank mitra. Perlu diingatkan BSM bukan deposito yang diendapkan untuk dapat bunga, “ tegasnya. (SB-hum)

Comments

comments

Comments are closed.